Pernah nggak sih kamu coba nambahin lokasi di Google Maps—entah itu tempat usaha, kantor, atau lokasi penting lainnya—tapi malah ditolak? Padahal udah ngisi semua data, tapi tetap aja nggak muncul.
Nah, hal ini sebenarnya cukup sering terjadi, dan bukan cuma kamu kok yang ngalamin. Ada beberapa alasan mengapa pembuatan Google Maps tidak disetujui, dan sebagian besar karena hal-hal yang kelihatannya sepele tapi penting banget buat Google.
Yuk, cari tahu apa aja penyebabnya biar kamu nggak bingung lagi kalau mau daftar lokasi!
Alasan Mengapa Pembuatan Lokasi Baru Google Maps Ditolak
Ada beberapa alasan mengapa permintaan pembuatan lokasi di Google Maps tidak disetujui oleh Google, antara lain:
1. Lokasi IP Tidak Sesuai dengan Lokasi yang Didaftarkan
Apakah lokasi IP berbeda bisa menjadi penyebab pembuatan lokasi google maps tidak disetujui? Ya, salah satu faktor teknis yang sering tidak disadari adalah perbedaan antara lokasi IP pengguna dengan lokasi fisik yang ingin didaftarkan.
Jika kamu mencoba menambahkan lokasi bisnis di suatu kota atau negara, tetapi IP address perangkat yang digunakan menunjukkan lokasi yang sangat berbeda, Google dapat menganggap permintaan tersebut mencurigakan.
Baca juga: Strategi SEO untuk Bisnis Kecil Hingga Menjadi Besar Secara Jangka Panjang
Hal ini terutama terjadi jika IP berasal dari luar negeri atau menggunakan VPN. Ketidaksesuaian ini bisa memicu penolakan karena sistem otomatis Google menganggap ada potensi aktivitas tidak sah atau manipulatif.
2. Informasi Tidak Lengkap atau Tidak Akurat
Google menilai keakuratan dan kelengkapan data sebelum menyetujui penambahan lokasi. Kesalahan umum seperti penulisan nama tempat yang ambigu, alamat yang tidak lengkap, atau informasi kontak yang tidak valid bisa menyebabkan permintaan ditolak.
Google membutuhkan data yang bisa diverifikasi dan relevan bagi pengguna, sehingga detail yang kurang jelas dapat dianggap tidak layak untuk ditampilkan.
3. Tempat Tidak Layak Ditampilkan di Maps
Lokasi yang diajukan harus merupakan tempat yang bisa diakses publik, seperti toko, restoran, kantor layanan, atau fasilitas umum.
Jika lokasi tersebut adalah tempat pribadi (misalnya rumah), lokasi sementara, atau bisnis online tanpa lokasi fisik yang jelas, Google biasanya tidak akan menyetujuinya. Hal ini dilakukan agar peta hanya memuat tempat-tempat yang benar-benar bisa dikunjungi.
4. Lokasi Sudah Ada di Google Maps (Duplikat)
Banyak penolakan juga terjadi karena lokasi yang diajukan sebenarnya sudah ada di Google Maps. Perbedaan kecil dalam nama atau alamat seringkali membuat pengguna tidak menyadari bahwa mereka sedang mengajukan entri yang duplikat.
Google berusaha menjaga agar tidak terjadi tumpang tindih data, sehingga setiap permintaan baru akan diperiksa kesamaannya dengan data yang sudah ada.
5. Tidak Dapat Diverifikasi oleh Google
Verifikasi adalah proses penting dalam memastikan validitas suatu tempat. Jika Google tidak menemukan cukup bukti tentang keberadaan lokasi tersebut, seperti melalui situs resmi, akun media sosial, atau direktori online terpercaya, maka kemungkinan besar penambahan akan ditolak.
Ini biasanya sering kali terjadi pada bisnis yang baru berdiri atau yang belum memiliki kehadiran digital yang memadai, sehingga membuat Google sulit untuk melakukan verifikasi apakah bisnis ini beneran ada atau tidak.
Baca juga: 15+ Cara Agar Website Muncul di Pencarian Google Secara Gratis
6. Melanggar Pedoman Konten Google
Google memiliki standar ketat terkait jenis konten yang dapat dimasukkan ke dalam Maps. Lokasi yang mengandung informasi palsu, mengarah ke penipuan, atau memiliki unsur spam akan langsung ditolak.
Selain itu, jika tempat tersebut terkait dengan aktivitas ilegal atau melanggar aturan komunitas Google, permintaannya tidak akan disetujui demi menjaga integritas platform.
Jika kamu mengalami penolakan, disarankan untuk meninjau kembali informasi yang telah diajukan, memastikan keakuratannya, serta menggunakan koneksi internet yang konsisten dengan lokasi sebenarnya.
Menggunakan Google Business Profile juga bisa membantu memperkuat proses verifikasi dan meningkatkan kemungkinan disetujui oleh sistem Google Maps.
Nah, jadi itulah beberapa alasan mengapa pembuatan Google Maps tidak disetujui. Terkadang kita merasa sudah mengisi semuanya dengan benar, tapi ternyata ada hal-hal kecil yang luput dari perhatian, seperti IP yang nggak cocok atau lokasi yang ternyata udah pernah didaftarkan.
Intinya, pastikan semua informasi akurat, bisa diverifikasi, dan sesuai pedoman dari Google. Kalau masih ditolak, jangan langsung nyerah—coba perbaiki lagi datanya dan ajukan ulang. Siapa tahu, percobaan kedua malah langsung tembus!



