By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Impactly AgencyImpactly AgencyImpactly Agency
  • Impactly
  • Layanan
    • Jasa SEO
    • Jasa SEO Toko Online
    • Jasa Google Ads
    • Jasa Meta Ads
    • Jasa Website
    • Jasa Blog
  • SEO
    • Research Keyword
    • Technical SEO
    • On Page SEO
    • Local SEO
    • Off Page SEO
  • Digital Marketing
  • Bisnis
Font ResizerAa
Impactly AgencyImpactly Agency
Font ResizerAa
  • Tentang Kami
  • Jasa Optimasi SEO
  • Kontak Kami
  • Layanan
    • Jasa SEO
    • Jasa SEO Toko Online
    • Jasa Google Ads
    • Jasa Meta Ads
    • Jasa Website
    • Jasa Blog
  • Kategori
    • Digital Marketing
    • SEO
    • Bisnis
    • Berita
Follow US
© 2023 - 2024 Impactly. All rights reserved.
Home > SEO > Apa Itu HTTPS dan Mengapa Penting Buat Keamanan Website
SEOWebsite

Apa Itu HTTPS dan Mengapa Penting Buat Keamanan Website

Pandy Apriyandi
Last updated: Kam, 01-Mei-2025 17:25
By Pandy Apriyandi 439 Views Add a Comment 1
Share
https adalah
SHARE

Kalau kamu sering berselancar di internet, pasti pernah deh lihat tulisan “HTTPS” di awal alamat website. Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, “Sebenernya HTTPS itu apaan, ya?”

Tenang, kamu nggak sendirian kok! Banyak orang yang masih bingung soal istilah ini, padahal penting banget buat keamanan kita saat berselancar di dunia maya.

Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas soal HTTPS dengan cara yang mudah dimengerti. Mulai dari pengertiannya, fungsinya, sampai kenapa sih HTTPS itu penting banget buat keamanan kamu saat lagi online. Yuk, simak!

Apa Itu HTTPS?

HTTPS adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure yaitu protokol yang digunakan untuk mengirim data antara browser kamu (seperti Chrome, Firefox, atau Safari) dan website yang kamu kunjungi. Ini adalah versi aman dari HTTP.

Bedanya, HTTPS punya lapisan keamanan tambahan yang disebut SSL/TLS (Secure Sockets Layer / Transport Layer Security). Lapisan ini bikin semua data yang kamu kirim dan terima dari website jadi terenkripsi, alias dibungkus biar nggak bisa dibaca sembarangan sama orang lain (misalnya hacker atau pihak yang nggak bertanggung jawab).

Mengapa HTTPS Penting untuk Website?

Di zaman sekarang, punya website tanpa HTTPS itu ibarat punya rumah tapi pintunya nggak dikunci. Kelihatan keren dari luar, tapi siapa aja bisa masuk seenaknya. Nah, berikut ini alasan kenapa HTTPS penting banget buat website kamu:

1. Melindungi Data Pengunjung

HTTPS mengenkripsi data yang dikirim antara browser dan server. Jadi, informasi sensitif seperti password, nomor kartu kredit, atau data pribadi lainnya nggak bisa dilihat atau dicuri sama pihak ketiga. Ini penting banget apalagi kalau websitemu punya form login, form pendaftaran, atau sistem pembayaran.

2. Bikin Pengunjung Lebih Percaya

Siapa sih yang nggak ngerasa aman kalau lihat ikon gembok di browser? HTTPS kasih sinyal ke pengunjung kalau website kamu terpercaya dan aman dikunjungi. Ini bisa ningkatin kepercayaan, apalagi buat toko online atau situs yang butuh data pengguna.

3. Meningkatkan Peringkat di Google

Yup, Google lebih suka website yang pakai HTTPS. Sejak beberapa tahun lalu, Google terang-terangan bilang HTTPS jadi salah satu faktor SEO dalam algoritma mereka. Jadi, kalau kamu pengen websitemu lebih mudah ditemukan di pencarian, HTTPS adalah salah satu kuncinya.

4. Lindungi Website dari Serangan Pihak Ketiga

Tanpa HTTPS, data bisa disusupi atau dimodifikasi saat proses pengiriman. Dengan HTTPS, data yang dikirim udah terenkripsi, jadi jauh lebih aman dari gangguan.

5. Wajib Buat Fitur Modern di Browser

Beberapa fitur web terbaru (seperti geolocation, notifikasi, dan service worker buat PWA) cuma bisa jalan di website yang udah pakai HTTPS. Jadi, kalau kamu pengen website-mu makin canggih, HTTPS wajib hukumnya.

Dampak Tidak Menggunakan HTTPS pada Bisnis

Apa yang Terjadi Kalau Website Bisnis Kamu Gak Pakai HTTPS? Di era digital sekarang, orang makin sadar pentingnya keamanan data. Mereka gak cuma lihat desain atau harga di website kamu, tapi juga perhatiin hal teknis seperti apakah websitenya aman?

Nah, kalau kamu masih pakai HTTP biasa, bukan cuma soal “nggak aman,” tapi juga bisa ngaruh ke kepercayaan, reputasi, bahkan pendapatan bisnis kamu.

Berikut dampak jika tidak menggunakan HTTPS pada website bisnis kamu:

1. Data Pelanggan Bisa Disadap

HTTP itu seperti ngobrol di tempat umum tanpa bisik-bisik, semua orang bisa denger. Jadi kalau ada pelanggan isi form, login, atau masukin nomor kartu kredit, data mereka bisa disadap pihak ketiga. Bayangin aja kalau hacker ngintip data pelangganmu, udah pasti bikin masalah besar.

2. Diberikan Label “Not Secure” oleh Browser

Browser seperti Google Chrome sekarang secara otomatis memberikan peringatan “Not Secure” di website yang gak menggunakan HTTPS, apalagi kalau ada form login atau pembayaran. Peringatan ini bikin calon pelanggan mikir dua kali sebelum lanjut.

3. Turunnya Kepercayaan Konsumen

Begitu pelanggan lihat website bisnis kamu gak aman, mereka langsung ilfeel. Karena buat mereka, keamanan itu bagian dari profesionalitas. Mungkin mereka mikir:
“Kalau hal dasar kayak keamanan aja gak diperhatiin, gimana dengan pelayanan lainnya?”

4. Peringkat di Google Bisa Anjlok

Google secara resmi menyatakan bahwa HTTPS adalah faktor SEO. Artinya, website yang aman punya peluang lebih tinggi muncul di halaman pertama pencarian. Tanpa HTTPS, website kamu bisa kalah saing, bahkan tenggelam di hasil pencarian.

5. Tingkat Konversi Bisa Turun Drastis

Meskipun produk kamu keren atau harganya murah, pengunjung tetap bisa batalin pembelian cuma karena mereka ragu soal keamanan. Jadi gak pakai HTTPS bisa langsung berdampak ke penjualan dan pendapatan.

6. Reputasi Bisa Rusak Kalau Terjadi Kebocoran Data

Kalau sampai ada insiden data bocor karena website kamu gak pakai HTTPS, berita itu bisa cepat menyebar di media sosial, review buruk bermunculan, dan pelanggan kehilangan kepercayaan. Sekali reputasi rusak, butuh waktu dan biaya besar buat balikin kepercayaan itu.

7. Beberapa Fitur Modern Website Jadi Gak Bisa Dipakai

HTTPS bukan cuma buat keamanan, tapi juga syarat wajib buat fitur-fitur modern seperti:

  • Push Notification
  • Akses ke kamera/mikrofon
  • Pembayaran online (via gateway seperti Stripe)
  • PWA (Progressive Web App) Tanpa HTTPS, website kamu jadi terbatas fungsinya.

Kalau kamu punya bisnis online sekecil apa pun, menggunakan HTTPS itu bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. Karena selain melindungi data pelanggan, HTTPS juga ngebantu kamu bangun kepercayaan, kredibilitas, dan performa bisnis yang lebih baik di mata user dan Google.

Cara Kerja HTTPS

HTTPS itu ibarat jalur khusus yang bikin komunikasi antara kamu (sebagai pengguna) dan website jadi lebih aman dan privat. Dia bekerja dengan bantuan teknologi yang namanya SSL/TLS (Secure Sockets Layer / Transport Layer Security).

Nah, walaupun kedengarannya teknis, sebenarnya prosesnya bisa dijelaskan dengan langkah-langkah sederhana. Berikut cara kerja HTTPS dengan mudah:

1. Koneksi Dimulai

Pertama, saat kamu buka website yang pakai HTTPS, browser kamu langsung kirim permintaan ke server website itu. Tapi, bukan sekadar “halo,” permintaan ini bilang, “Hai, aku mau bikin koneksi yang aman, dong.”

2. Server Kasih Sertifikat

Sebagai respons, server memberikan sertifikat SSL. Sertifikat ini semacam identitas resmi dari website yang bilang, “Tenang, aku beneran website-nya, bukan tiruan.” Sertifikat ini dikeluarkan oleh pihak terpercaya yang disebut Certificate Authority (CA).

3. Browser Periksa Sertifikat

Browser kamu langsung ngecek sertifikat tadi. Kalau valid dan dipercaya (nggak kadaluarsa, nggak dimodifikasi, dikeluarkan oleh CA resmi), koneksi lanjut. Kalau nggak valid, browser bakal kasih peringatan, biasanya berupa layar merah yang bilang, “Eh, jangan lanjut dulu, website ini mencurigakan.”

4. Negosiasi Kunci Rahasia (TLS Handshake)

Ini bagian yang keren. Setelah sertifikatnya oke, browser dan server mulai proses yang disebut TLS handshake. Intinya, mereka berdua sepakat buat pakai semacam kunci enkripsi buat ngobrol. Kunci ini nggak dibagikan ke siapa pun, cuma mereka berdua yang tahu. Di sinilah keamanan mulai berjalan.

5. Komunikasi Aman Dimulai

Setelah kuncinya cocok, semua data yang dikirim antara kamu dan server akan dienkripsi alias diacak. Jadi misalnya kamu login, belanja online, atau isi form, data kamu nggak dikirim dalam bentuk “asli” yang bisa dibaca orang lain. Bahkan kalau ada yang nyadap koneksi kamu, yang mereka lihat cuma deretan karakter acak yang nggak bisa dipahami.

Cara Mengaktifkan HTTPS di Website

Memasang mengaktifkan di website bisa jadi proses yang agak teknis, tapi ada penyedia hosting yang menawarkan jasa pemasangan SSL dengan harga murah seperti DomaiNesia dengan biaya Rp 50 ribu per tahun.

Kamu bisa memilih untuk mendapatkan SSL dari penyedia ini secara langsung. Jangan lupa untuk memilih jasa instalasi SSL agar kamu tidak perlu repot untuk mengaktifkan HTTPS di website.

Ciri-ciri Website Menggunakan HTTPS

Berikut ciri-ciri website yang menggunakan HTTPS yang mudah dikenali:

1. Alamat Website Dimulai dengan https://

Ini tanda paling jelas dan langsung kelihatan. Coba perhatikan di address bar (kolom URL), website yang aman pasti diawali dengan https://, bukan http://.

Contoh:
✅ https://tokoonlinekeren.com
❌ http://tokoonlinekeren.com

2. Ada Ikon Gembok di Address Bar

Biasanya ada ikon gembok kecil di sebelah kiri alamat website. Ini tanda bahwa koneksi ke website tersebut terenkripsi dan aman.

🔒 = Aman
⚠️ atau ❌ = Ada masalah dengan sertifikat SSL atau masih pakai HTTP

Kalau kamu klik ikon gembok itu, browser bakal nunjukin info lebih detail tentang keamanan situsnya.

3. Tidak Ada Peringatan “Not Secure”

Website tanpa HTTPS biasanya dikasih label “Not Secure” sama browser modern, apalagi kalau ada form login atau input data. Google Chrome, Firefox, dan lainnya akan kasih warning buat ngasih tahu kamu bahwa data yang dikirim bisa disadap.

4. Sertifikat SSL Valid (Kalau Dicek Manual)

Kalau kamu mau lebih teliti, kamu bisa klik ikon gembok, lalu klik “Connection is secure”, dan lihat info sertifikat. Di sana kamu bisa lihat: siapa penerbit sertifikatnya (CA), kapan expired-nya, nama domain yang dicakup

5. Enggak Ada Masalah “Mixed Content”

Website HTTPS yang benar nggak akan nampilin konten (gambar, script, dsb.) dari sumber HTTP. Kalau iya, browser biasanya kasih peringatan “mixed content”, karena sebagian koneksi masih nggak aman.

Sebagian besar website modern yang serius dan terpercaya pasti udah pakai HTTPS, apalagi kalau ada proses data penting seperti login & akun pengguna, formulir kontak (lead form), dan pembayaran online.

Kalau kamu lihat https://, ikon gembok, dan nggak ada peringatan aneh-aneh, itu tandanya kamu lagi buka website yang aman dan udah pakai HTTPS. Tapi tetap waspada ya, karena meskipun HTTPS itu penting, bukan berarti semua situs HTTPS pasti 100% terpercaya. Selalu cek juga isi dan reputasi situsnya.


Jadi, sekarang kamu udah tahu kan, betapa pentingnya HTTPS buat website, baik itu untuk keamanan data, meningkatkan kepercayaan pengunjung, ataupun buat peringkat di Google.

Nggak hanya bikin website lebih aman, HTTPS juga bikin kamu kelihatan lebih profesional di mata pelanggan. Jadi, kalau website kamu belum pakai HTTPS, sekarang saatnya buat beralih!

Jangan sampai pelanggan ragu atau kehilangan kepercayaan hanya karena hal kecil yang sebenarnya bisa kamu atasi dengan mudah. Yuk, pastikan website kamu aman dan terpercaya dengan HTTPS sekarang juga!

Subscribe to Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
TAGGED:Technical SEO
Share This Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Berikan Reaksi Kamu Tentang Artikel Ini
Love0
Sad0
By Pandy Apriyandi
Follow:
Seorang konsultan SEO dan performance marketing di Impactly Agency. Penulis ingin membagikan pengalamannya dalam menghandle digital marketing pada website bisnis di berbagai industri mulai dari website baru dan lama hingga website kecil dan besar (enterprise). Dengan pengalaman digital marketing sejak tahun 2020, Pandy sudah memberikan Impact ke berbagai bisnis untuk menghasilkan lebih dari 220ribu lead dari berbagai media digital (omnichannel), mendatangkan lebih dari 7 juta visitor/klik dari Google tanpa beriklan, dan memperkuat branding di mesin pencari.
Previous Article ssl adalah Apa itu SSL? Begini Fungsi & Cara Kerjanya, Wajib buat SEO!
Next Article sitemap adalah Apa itu Sitemap? Ini Cara Buatnya dan Tips Mengelolanya
Leave a comment Leave a comment
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad image
You Might Also Like
seo content writing vs seo copywriting
SEO Copywriting vs SEO Content Writing, Apa Bedanya?
Sen, 03-Mar-2025
kesalahan seo dan solusinya
20+ Kesalahan Umum SEO yang Sering Terjadi dan Solusinya
Sel, 29-Jul-2025
artikel adalah
Artikel 101: Pengertian, Tujuan, Struktur, Jenis & Contoh
Jum, 21-Feb-2025
struktur konten adalah
Begini Cara Membuat Struktur Konten yang Baik untuk SEO
Sel, 10-Jun-2025

Tentang Impactly

Impactly adalah konsultan sekaligus Digital Marketing Agency profesional dan terpercaya yang berorientasi data, transparan, dan menghasilkan kampanye yang Impactful untuk bisnis kamu.

Layanan
  • Jasa SEO
  • Jasa SEO Toko Online
  • Jasa Google Ads
  • Jasa Meta Ads
  • Jasa Website
  • Jasa Toko Online
  • Jasa Blog
Sitemap
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Studi Kasus
  • Blog
  • Terms and Conditions
  • Privacy Policy
Hubungi Kami
Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
hi.impactly@gmail.com
082-12345-2127
Impactly AgencyImpactly Agency
© 2023 - 2025 Impactly. All rights reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?