Ngomongin soal SEO, nggak cukup cuma asal optimasi lalu berharap ranking naik. Supaya strategi SEO kamu benar-benar memberikan Impact, kamu perlu tahu apa yang harus diukur dan di sinilah peran KPI SEO jadi krusial.
Baik dari sisi bisnis maupun teknis, masing-masing punya metrik yang penting buat dipantau. Biar kamu bisa evaluasi performa secara lebih akurat dan ambil keputusan yang tepat untuk pertumbuhan digital bisnismu.
Nah di artikel ini, Impactly bakal kupas tuntas bagaimana cara menentukan KPI SEO yang tepat dari proses awal audit hingga goals utama yang berdampak langsung ke penjualan bisnis.
Apa itu KPI untuk SEO?
KPI SEO adalah metrik atau indikator utama yang digunakan untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan strategi SEO kamu. KPI ini penting digunakan untuk membuat laporan kinerja SEO yang nantinya akan dipresentasikan oleh SEO Manager maupun SEO Specialist ke Manajemen maupun Business Owner.
Tujuannya supaya kamu bisa tahu apakah upaya SEO yang sudah dilakukan benar-benar membawa hasil, baik dari sisi trafik, peringkat di mesin pencari, maupun dampak bisnis seperti leads atau penjualan.
Tanpa KPI, kamu ibarat jalan tanpa arah. Dengan KPI, kamu bisa tahu apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana caranya terus meningkatkan visibilitas serta performa website secara strategis.
Adapun manfaat mengukur KPI SEO yang tepat adalah sebagai berikut:
- Mengukur Penjualan yang BerImpact Langsung ke Bisnis
- Mengidentifikasi Potensi Peluang dari Strategi SEO
- Mengukur Progress dari Target Utama SEO
- Menentukan Prioritas Sebelum Melakukan Eksekusi
Secara garis besar, Impactly membagi KPI SEO menjadi 4 jenis kategori:
- KPI utama SEO yang berImpact langsung ke bisnis seperti revenue dan konversi
- KPI untuk mengukur brand awareness seperti trafik, ranking, dan impressions
- KPI untuk mengukur user engagement seperti session duration dan bounce rate
- KPI untuk mengukur progres audit seperti crawling, indexing, dan web speed
KPI Utama SEO dari Segi Bisnis: Fokus ke Hasil Nyata
SEO bukan cuma soal ranking tinggi atau trafik melimpah. Di dunia nyata, apalagi dalam konteks bisnis, yang dicari tentu hasil yang konkret dan berImpact.
LaluaApa saja indikator utama dalam SEO? Berdasarkan pengalaman tim Impactly dalam mengelola berbagai proyek SEO, ada beberapa KPI utama dari sisi bisnis yang wajib jadi fokus utama saat menjalankan strategi SEO, diantaranya:
1. Penjualan Bisnis yang Nyata dari Website
KPI SEO utama sebagai indikator paling penting yaitu dapat mengukur hasil nyata yang mendorong terjadinya penjualan langsung melalui website, dan penjualan ini bisa bertahan lama secara jangka panjang.
Tim Impactly mencatat bahwa klien yang berhasil menghubungkan strategi konten dan optimasi teknis dengan tujuan penjualan, mengalami lonjakan konversi organik hingga 3–5x lipat. Artinya, trafik yang datang memang tertarik dan siap membeli.
2. Return on Investment (ROI)
SEO adalah investasi jangka panjang. KPI SEO selanjutnya adalah mengukur seberapa besar keuntungan (revenue) yang dihasilkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk optimasi.
Tim Impactly biasanya mengevaluasi ROI SEO dalam periode 6–12 bulan untuk melihat pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. ROI positif berarti strategi SEO kamu tepat sasaran, dan bisa terus di-scale up.
3. Konversi yang Berkualitas
Trafik tinggi tanpa konversi itu sia-sia. KPI SEO yang penting dari sisi bisnis adalah berapa banyak pengunjung yang melakukan tindakan penting dan relevan terhadap tujuan bisnismu.
Dari pengalaman tim Impactly, ini biasanya terbagi ke dalam dua kategori utama tergantung jenis bisnisnya, yaitu:
- Lead atau Pendaftaran (untuk Layanan): Misalnya form pendaftaran, request demo, atau konsultasi gratis. Ini sangat krusial untuk bisnis jasa seperti B2B, agensi, edukasi, hingga asuransi. Kualitas leads dinilai dari seberapa sesuai calon pelanggan tersebut dengan target pasar.
- Sales atau Pembelian (untuk Produk): Untuk e-commerce atau bisnis produk digital, konversi utama biasanya berupa transaksi langsung. Tim Impactly selalu memantau data konversi organik dari Google Analytics.
Jadi, kalau kamu ingin SEO yang benar-benar memberikan dampak ke bisnis, jangan cuma lihat peringkat atau jumlah klik. Fokuslah pada KPI utama seperti penjualan nyata, ROI, dan konversi berkualitas.
Karena pada akhirnya, SEO bukan soal tampil keren di Google, tapi soal mendorong pertumbuhan bisnis yang nyata secara jangka panjang dan itu yang selalu jadi fokus utama di setiap proyek SEO Impactly.
KPI SEO untuk Mengukur Awareness (Metrik SEO)
Salah satu tujuan penting dari SEO lainnya adalah membangun awareness alias bikin orang sadar dan kenal sama brand atau bisnismu.
Tapi bagaimana cara mengukurnya dengan data yang jelas? Nah, berdasarkan pengalaman tim Impactly dalam mengelola berbagai proyek SEO ada beberapa contoh metrik dalam KPI SEO untuk mengukur brand awareness, diantaranya adalah:
1. AI Citations (Terbaru di 2025)
Di tahun 2025, salah satu metrik KPI SEO untuk awareness yang mulai dilirik tim Impactly adalah AI Citations yaitu seberapa sering brand kamu disebut dalam hasil pencarian berbasis AI seperti Google SGE (Search Generative Experience), ChatGPT, Gemini, maupun fitur AI answer di mesin pencari lainnya.
Menurut tim Impactly, AI Citations ini penting banget untuk ke depannya karena:
- Meningkatkan eksposur brand di fitur hasil pencarian modern, bahkan sebelum user klik link apa pun.
- Menunjukkan bahwa konten atau brand kamu cukup kredibel untuk dijadikan referensi oleh sistem AI.
- Menjadi indikator baru tentang seberapa terpercaya dan relevan website kamu di mata mesin pencari berbasis AI.
Awareness lewat AI ini bisa sangat powerful karena membuat brand kamu “nyempil” di percakapan digital.
2. Organic Traffic (Trafik dari Pencarian Organik)
Contoh metrik KPI SEO yang satu ini masih jadi andalan utama untuk mengukur seberapa banyak orang yang mengetahui brand kamu melalui pencarian. Tapi tim Impactly nggak cuma lihat total traffic-nya saja, kami menganalisis lebih dalam berdasarkan komponen berikut:
- Branded Traffic: Jumlah pengunjung yang datang dengan mengetik nama brand secara spesifik di Google (misalnya: “Impactly Agency”). Ini jadi indikator kuat bahwa brand kamu sudah dikenal dan dicari langsung.
- Non-Branded Traffic: Trafik dari kata kunci umum yang tidak menyebut brand, seperti “jasa SEO Jakarta” atau “cara optimasi website”. Ini menunjukkan sejauh mana kamu bisa menjangkau orang yang belum kenal brand kamu sebelumnya.
- Organic Users: Total jumlah pengguna unik yang datang dari hasil pencarian organik. Penting untuk melihat seberapa banyak individu yang terpapar kontenmu secara langsung lewat Google.
- Organic New Users: Jumlah pengunjung baru yang datang dari pencarian organik. Metrik ini digunakan tim Impactly untuk mengukur awareness dari audience baru, bukan yang sudah pernah berinteraksi sebelumnya.
- Organic Sessions: Jumlah kunjungan (termasuk pengunjung yang sama datang lebih dari sekali). Ini membantu melihat seberapa besar ketertarikan atau kebutuhan berulang terhadap kontenmu.
Dengan menganalisis metrik ini secara menyeluruh, tim Impactly bisa melihat gambaran besar mulai dari seberapa banyak orang yang tahu brand kamu, sampai seberapa sering mereka datang kembali untuk cari info lebih lanjut.
3. Keyword Rankings (Peringkat Kata Kunci)
Peringkat kata kunci masih jadi metrik KPI SEO klasik yang powerful untuk mengukur seberapa besar visibilitas website kamu di hasil pencarian.
Tapi tim Impactly nggak cuma melihat ranking secara umum, kami memecahnya berdasarkan jenis kata kunci dan posisi yang paling strategis, karena ini berpengaruh langsung terhadap awareness yang dibangun.
Berikut turunan metriknya:
- Branded Keyword: Kata kunci yang menyebut langsung nama brand, seperti “Impactly”. Metrik ini menunjukkan seberapa kuat brand kamu diingat dan dicari pengguna.
- Non Branded Keyword: Kata kunci umum tanpa menyebut nama brand, seperti “konsultan SEO terbaik”. Ini penting untuk menjangkau audiens baru dan memperluas awareness.
- Featured Snippet (Posisi 0): Posisi spesial di bagian paling atas halaman pencarian, biasanya dalam bentuk cuplikan jawaban. Tim Impactly menilai ini sebagai salah satu sumber trafik dan awareness tertinggi karena tampil paling mencolok daripada lainnya.
- Rank 1: Jadi hasil pencarian nomor satu untuk kata kunci penting punya dampak besar terhadap awareness dan CTR. Semakin sering kamu ada di posisi ini, makin sering brand kamu terlihat.
- Top 3: Masuk di tiga besar hasil pencarian organik masih jadi zona “emas” dalam SEO. Pengalaman Impactly menunjukkan CTR yang tinggi biasanya datang dari posisi ini.
- People Also Ask: Muncul di bagian “Orang juga bertanya” adalah salah satu cara halus tapi efektif membangun awareness. Konten kamu bisa jadi referensi tanpa harus di-klik, tapi tetap muncul di pikiran pengguna.
- Halaman 1: Masuk halaman pertama Google masih jadi tujuan utama karena mayoritas pengguna tidak akan lanjut ke halaman 2.
- Halaman 2 & 3: Meski jarang dilirik, posisi di halaman 2 atau 3 tetap penting untuk monitoring. Tim Impactly sering menjadikannya sebagai peluang konten yang “tinggal dikit lagi” untuk naik dan jadi sumber awareness baru.
4. Discover & Google News Result (Untuk Web Media)
Buat website media atau publisher, muncul di Google Discover dan Google News jadi indikator besar untuk menjadi tolak ukur performa awareness dari SEO. Muncul di dua fitur ini sering memberikan lonjakan traffic tiba-tiba karena kontennya muncul langsung di feed pengguna tanpa mereka harus mencari.
Berikut beberapa insight dari kami tentang cara untuk muncul di Google Discover dan News:
- Artikel yang responsif, cepat, dan relevan secara trending cenderung lebih mudah masuk Discover.
- Headline yang menarik, data terkini, dan visual kuat (seperti thumbnail) sangat membantu performa di Google News.
- Discover bisa memberikan exposure jangka pendek yang tinggi, cocok untuk menaikkan topik/topik baru dan membangun awareness dengan cepat.
5. Visibilitas Pencarian Organik (Impressions)
KPI SEO selanjutnya yaitu impression dengan menghitung jumlah seberapa sering website atau halaman kamu muncul di hasil pencarian, walaupun belum tentu diklik. Metrik ini penting banget dalam tahap awareness awal. Dari dashboard Google Search Console, tim Impactly memantau impressions untuk:
- Memantau kata kunci potensial yang sudah muncul tapi belum optimal.
- Mengidentifikasi topik atau halaman yang punya tingkat visibilitas tinggi tapi mungkin butuh dorongan CTR.
- Menilai pertumbuhan brand presence berdasarkan tren impressions dari branded dan non-branded query.
Menurut tim Impactly, lonjakan impressions biasanya jadi pertanda baik bahwa strategi konten dan keyword mulai “terlihat” oleh mesin pencari dan audiens.
Awareness bukan sesuatu yang abstrak, dengan KPI SEO yang tepat, kamu bisa mengukurnya secara konkret. Dari AI Citations, Featured Snippet, PAA, Rank 1, hingga muncul di Discover dan Google News, semuanya memberikan gambaran utuh soal seberapa dikenal brand kamu di dunia digital.
Tim Impactly selalu menekankan pentingnya memahami metrik ini sebagai fondasi sebelum masuk ke tahap konversi dan ROI.
KPI SEO untuk Mengukur User Engagement (Metrik SEO Lainnya)
Setelah orang menemukan website kamu lewat Google, pertanyaan berikutnya adalah: apakah mereka benar-benar engage? Atau cuma mampir sebentar, lalu kabur?
Nah, di sinilah user engagement metrics jadi penting. Berdasarkan pengalaman tim Impactly, metrik-metrik ini membantu mengukur kualitas interaksi pengguna dengan konten, bukan cuma kuantitas trafficnya.
Berikut tiga KPI SEO lainnya yang biasa digunakan tim Impactly untuk menilai performa user engagement dari sisi SEO:
1. Rata-rata Waktu di Halaman (Session Duration)
Salah satu metrik KPI SEO untuk mengukur engagement pada website adalah session duration. Ini adalah indikator seberapa lama pengunjung menghabiskan waktu di halaman tertentu. Semakin lama mereka bertahan, semakin besar kemungkinan mereka membaca, memahami, atau tertarik dengan konten kamu.
Insight dari tim Impactly:
- Konten informatif seperti panduan dan studi kasus cenderung punya durasi sesi lebih tinggi, di atas 2–3 menit.
- Kami menggunakan waktu sesi ini untuk menilai minat audiens terhadap topik tertentu, dan juga untuk memprioritaskan konten yang memang berhasil “menahan” user lebih lama.
- Waktu yang lama juga bisa jadi sinyal positif untuk Google soal kualitas konten.
2. Bounce Rate
KPI SEO untuk mengukur engagement lainnya dengan melihat nilai bounce rate, ini adalah persentase pengunjung yang meninggalkan website setelah hanya membuka satu halaman, tanpa interaksi lanjutan. Bounce rate yang terlalu tinggi bisa jadi sinyal bahwa halaman tersebut tidak relevan, terlalu lambat, atau kurang menarik.
Insight dari tim Impactly:
- Bounce rate ideal bervariasi tergantung jenis halaman. Untuk blog informatif, umumnya berada di angka 60–70%, tapi untuk halaman layanan atau produk, kami biasanya punya target menurunkan bounce rate hingga <50%.
- Bounce tinggi tidak selalu buruk. Kalau konten menjawab semua pertanyaan user dalam satu halaman, itu tetap sukses. Karena itu, Impactly juga menggabungkan bounce rate dengan scroll depth dan session duration untuk gambaran yang lebih akurat.
3. Organic CTR (Sudah Tidak Relevan di 2025)
Dulu, Click-Through Rate (CTR) dari hasil pencarian organik adalah salah satu metrik engagement awal sebagai KPI SEO yang penting. Tapi menurut tim Impactly, di tahun 2025 CTR sudah tidak lagi jadi indikator utama karena:
- Search result sekarang lebih kompleks, dengan AI answer box, featured snippet, dan hasil zero-click yang makin mendominasi.
- Banyak pengguna sudah mendapat jawaban langsung di hasil pencarian tanpa harus klik apa pun, ini bikin CTR organik makin menurun secara global.
- Bahkan halaman dengan impression tinggi dan ranking bagus, bisa punya CTR yang rendah hanya karena posisinya “disalip” fitur AI atau rich result.
Saran tim Impactly jangan terlalu terpaku pada CTR di 2025. Lebih baik fokus ke metrik-metrik yang bisa memberikan hasil yang nyata ke penjualan bisnis, misalnya bisa membuat konten di funnel MOFU dan BOFU. Hindari pembuatan konten di funnel TOFU yang bersifat generik.
Engagement adalah jembatan antara awareness dan konversi. Metrik seperti session duration dan bounce rate memberikan insight soal apakah user hanya lewat atau benar-benar tertarik.
Sementara itu, CTR organik yang dulu jadi primadona, kini mulai tergeser karena perubahan perilaku pencarian di era AI.
Tim Impactly selalu menekankan bahwa memahami perilaku pengunjung secara mendalam jauh lebih penting daripada sekadar mengejar klik.
KPI SEO dari Segi Teknis (Proses Awal): Fondasi Sebelum Naik Kelas
Sebelum SEO bisa menghasilkan trafik, awareness, atau konversi, ada pekerjaan teknis di belakang layar yang harus dibereskan lebih dulu.
Di tahap awal inilah, tim Impactly fokus pada beberapa KPI teknis penting yang menjadi fondasi agar strategi SEO bisa berjalan dengan mulus. Mulai dari pembuatan konten yang relevan, optimasi on-page, hingga indexing halaman.
Berikut beberapa KPI SEO dari segi teknis yang perlu diukur pada proses awal optimasi SEO:
1. Pembuatan Konten
Content is King, dalam strategi digital seperti SEO konten adalah bahan bakar utama. Pembuatan konten juga bisa menjadi KPI yang penting untuk SEO. Tapi bukan sekadar nulis artikel saja, konten harus dirancang untuk menjawab kebutuhan user dan ramah terhadap mesin pencari.
Tim Impactly biasanya mengukur KPI awal dengan menghitung konten yang akan diproduksi, adapun pembuatan kontennya terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
- Halaman Website yang Baru: Jika ada beberapa keyword yang berpotensi menghasilkan penjualan namun belum ada di website, kami biasanya memberikan rekomendasi untuk dibuatkan halaman tersebut di website.
- Artikel SEO Friendly: Artikel yang ditulis berdasarkan riset keyword, search intent, struktur heading yang tepat, penggunaan internal link, dan optimasi elemen seperti meta title serta meta description. Tim Impactly memantau jumlah artikel SEO yang dipublikasikan setiap bulan dan seberapa cepat artikel tersebut mulai muncul di hasil pencarian.
2. Optimasi On Page (Existing Content)
SEO bukan hanya soal bikin konten baru, tapi juga memaksimalkan konten yang sudah ada. Di tahap ini, KPI untuk SEO yang dipantau oleh tim Impactly adalah jumlah halaman yang berhasil dioptimasi agar lebih relevan dan performanya meningkat.
- Halaman Website Existing: Halaman yang sebelumnya kurang perform (misalnya tidak ranking, bounce tinggi, atau tidak muncul di SERP) akan dioptimasi ulang baik dari sisi konten, internal linking, hingga struktur data.
- Artikel Blog (Jika Sudah Ada): Artikel lama sering kali punya potensi besar tapi belum optimal. Tim Impactly memantau seberapa banyak artikel lama yang diperbarui dan dampaknya terhadap peringkat maupun trafik setelah dioptimasi.
Optimasi on-page ini jadi cara cepat untuk mendapatkan hasil dari aset yang sudah dimiliki, tanpa harus memulai dari nol.
3. Jumlah Halaman yang Berhasil Diindex (Indexing)
KPI ini sering diabaikan oleh beberapa praktisi SEO, padahal semua usaha dalam membuat konten atau optimasi akan sia-sia kalau halaman kamu nggak ke-index di Google.
Itu sebabnya, di tahap awal, salah satu KPI teknis penting yang selalu dicek tim Impactly adalah jumlah halaman yang berhasil terindeks.
Dari pengalaman tim Impactly, KPI ini menunjukkan:
- Banyak kasus di mana sitemap sudah dikirim, tapi halaman tetap tidak terindeks karena masalah teknis (seperti canonical error, noindex tag, atau kualitas konten).
- Tim Impactly menggunakan Google Search Console untuk memastikan semua halaman penting ter-crawl dan terindeks dengan baik.
- Meningkatnya jumlah halaman yang terindeks biasanya jadi indikator awal bahwa SEO mulai “bergerak.”
4. Coverage Issues (Crawling)
Coverage Issues adalah laporan dari Google Search Console yang menunjukkan status halaman-halaman di website kamu apakah bisa dicrawl dan diindeks dengan baik atau tidak. Ini bisa menjadi KPI yang penting SEO untuk mengukur keberhasilan audit SEO.
Tim Impactly menganggap ini sebagai pemeriksaan kesehatan teknis website yang harus rutin dicek, karena masalah kecil bisa berdampak besar terhadap visibilitas SEO.
Berikut beberapa kategori masalah yang sering dimonitor:
- 4xx Errors: Kesalahan dari sisi pengguna (seperti 404 Not Found). Ini bisa terjadi jika ada internal link ke halaman yang sudah dihapus. Terlalu banyak 404 bisa memengaruhi crawl budget dan user experience.
- 5xx Server Errors: Kesalahan dari sisi server (seperti 500 Internal Server Error). Ini lebih serius karena menunjukkan website kamu tidak bisa diakses dengan stabil oleh crawler dan pengunjung.
- Crawled – Currently Not Indexed: Google sudah meng-crawl halaman tapi belum (atau tidak akan) mengindeksnya. Bisa jadi karena kontennya belum cukup kuat, duplikat, atau terlalu mirip dengan halaman lain.
- Discovered – Currently Not Indexed: Halaman sudah terdeteksi oleh Google tapi belum sempat dicrawl. Biasanya disebabkan oleh keterbatasan crawl budget atau struktur internal link yang lemah.
- Noindex Pages: Halaman yang dengan sengaja (atau tidak sengaja) diberi tag
noindex. Tim Impactly selalu mengecek apakah tag ini dipakai secara strategis, misalnya untuk halaman privacy policy atau halaman internal yang tidak perlu tampil di Google. - Blocked by Robots.txt: Halaman yang secara eksplisit diblokir agar tidak dicrawl. Ini penting untuk dipantau agar halaman penting tidak ikut terblokir tanpa sengaja.
- Duplicate Content: Konten yang identik dengan halaman lain di domain sendiri. Google bisa memilih untuk tidak mengindeks salah satu atau keduanya. Tim Impactly biasanya menangani ini dengan penggunaan canonical tag dan audit konten.
- Page with Redirect: Halaman yang dialihkan ke URL lain. Terlalu banyak redirect berlapis bisa memperlambat crawl dan membingungkan Googlebot.
Audit coverage issues itu seperti bebenah rumah. Kalau nggak rutin dicek, masalah kecil bisa numpuk dan bikin performa SEO kamu mandek.
5. Core Web Vitals
Core Web Vitals adalah serangkaian metrik yang mengukur pengalaman pengguna saat loading halaman website. Google secara resmi menjadikan ini sebagai faktor ranking.
Tim Impactly selalu menjadikan metrik ini sebagai bagian dari KPI teknis SEO karena sangat berdampak pada SEO dan UX sekaligus.
Tiga metrik utama yang dipantau adalah:
- LCP (Largest Contentful Paint): Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan elemen utama halaman (seperti gambar besar atau judul utama). Target ideal: di bawah 2.5 detik. Jika lebih lambat, pengguna akan merasa halaman lemot dan kabur.
- FID (First Input Delay) (mulai digantikan oleh INP di beberapa laporan baru): Mengukur waktu respons saat pengguna pertama kali berinteraksi, seperti klik tombol. Target ideal: di bawah 100 ms. Delay yang tinggi bisa bikin user frustasi.
- CLS (Cumulative Layout Shift): Mengukur seberapa banyak elemen di halaman bergeser saat dimuat. Target ideal: kurang dari 0.1. Pergeseran layout bikin pengalaman pengguna terganggu, terutama saat sedang membaca atau ingin klik sesuatu.
Website cepat dan stabil bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga SEO. Page speed yang buruk sering bikin bounce rate naik, dan itu langsung berdampak ke ranking.
6. Technical Audit Checklist
KPI SEO paling penting saat melakukan optimasi website di awal adalah mengukur progress technical audit dengan membuat checklist auditnya. Technical audit adalah proses menyeluruh dalam membangun fondasi SEO yang kuat untuk memastikan website bebas hambatan dari sisi struktur, performa, dan arsitektur SEO.
Ini bukan hanya soal perbaikan error, tapi juga penyesuaian mendalam agar website bisa maksimal di mata mesin pencari.
Berikut beberapa elemen yang jadi perhatian utama tim Impactly:
- Optimasi Kecepatan Loading Website: Memastikan halaman bisa dimuat cepat di berbagai perangkat. Mereka menggunakan tools seperti PageSpeed Insights dan GTmetrix.
- Struktur Website dan URL yang SEO Friendly: Navigasi jelas, struktur direktori rapi, dan URL pendek serta mengandung keyword yang relevan. Hal ini memudahkan crawler memahami konteks halaman.
- Perbaikan Error Crawl dan Indexing: Semua halaman penting harus bisa diakses crawler dan masuk indeks. Audit fokus ke fixing error seperti broken links, redirect loops, atau tag noindex yang salah.
- Website yang Mobile Friendly: Mengingat mayoritas pengguna mengakses dari ponsel, responsivitas jadi keharusan. Tim Impactly pastikan desain, tombol, dan navigasi nyaman digunakan di layar kecil.
- Struktur Data dan Schema Markup: Mengimplementasikan schema.org untuk membantu Google memahami konten secara kontekstual, seperti artikel, produk, FAQ, review, dan lainnya.
- Perbaikan Link yang Rusak: Link internal dan eksternal yang rusak (404) harus segera diperbaiki karena bisa mengganggu pengalaman pengguna dan menghambat crawl.
- Pengaturan Canonical dan Hreflang: Canonical untuk menghindari duplikat konten, dan hreflang untuk website multibahasa agar versi bahasa ditampilkan sesuai lokasi pengguna.
- Dan aspek teknis lainnya: Seperti sitemap XML, struktur heading, breadcrumb, keamanan (HTTPS), hingga audit penggunaan JavaScript yang bisa memengaruhi rendering halaman.
Technical audit bukan checklist sekali jadi, tapi proses berulang. SEO teknis adalah proses maintenance yang terus hidup.
7. Backlink (Jika Fondasi SEO Sudah Bagus)
Kalau struktur website dan SEO on-site sudah beres, saatnya memperkuat dari luar. Backlink berkualitas adalah sinyal otoritas bagi Google, dan masih menjadi salah satu faktor penting untuk ranking.
Tim Impactly biasanya memulai strategi backlink saat:
- Website sudah mobile friendly & loading cepat
- Tidak ada error crawling dan indexing secara mayor
- Konten yang ditaut sudah siap dan memiliki value
Beberapa KPI backlink yang kami pantau:
- Jumlah backlink baru bulanan (organic dan paid)
- Jumlah referring domains (dari situs unik)
- Jumlah trafik dan ranking pada halaman webnya
- Anchor text yang relevan dan natural
- Backlink dari konten yang benar-benar kontekstual dan relevan
Backlink itu bukan asal banyak. Kalau pondasi SEO kamu masih berantakan, backlink hanya akan jadi ‘cat bagus di tembok yang retak’. Pastikan fondasi SEO secara internalnya kuatin dulu, baru mulai strategi eksternal.
KPI SEO dari segi teknis adalah pondasi yang menentukan apakah strategi jangka panjangmu bisa berhasil atau tidak.
Mulai dari pembuatan konten, indexing, hingga audit menyeluruh semua langkah teknis ini adalah proses awal yang akan menopang keberhasilan SEO dalam jangka panjang.
Jadi, memahami KPI SEO dari segi bisnis hingga teknis bukan lagi pilihan tapi keharusan kalau kamu ingin strategi digitalmu benar-benar memberikan Impact. Mulai dari angka penjualan, konversi, awareness, hingga kesehatan teknis website, semuanya saling terhubung dan perlu dipantau secara konsisten.
SEO bukan cuma soal ranking tinggi, tapi soal bagaimana setiap elemen bekerja sama untuk membawa hasil nyata bagi bisnis. Semoga setelah membaca ini, kamu jadi lebih siap menyusun strategi SEO yang bukan hanya rapi di dashboard, tapi juga terasa hasilnya di dunia nyata.



