Banyak sekali jenis jenis domain yang dapat kamu temukan di internet. Situs-situs web yang biasa kamu kunjungi memiliki domain yang dapat dikategorikan kembali menjadi beberapa kelompok.
Domain adalah suatu alamat url pada sebuah website yang mempunyai ekstensi berbeda-beda. Contoh ekstensi domain yang paling banyak dan familiar di internet adalah .com.
Baca juga: Kenali Apa itu Website, Pengertian, Jenis dan Contohnya
Tetapi banyak ekstensi domain lainnya yang bisa digunakan seperti .id, .co.id, .org, .net dan lainnya. Kebanyakan orang atau organisasi menggunakan ekstensi domain .com agar lebih mudah diinget oleh banyak orang.
Banyak sekali ratusan jenis domain TLD, tetapi yang paling familiar adalah .com, .net, .org dan .gov. Untuk beberapa TLD lainnya yang tidak disarankan untuk digunakan adalah .biz, .club, .info, dll karena domain-domain ini kurang dikenal dan jarang digunakan.
Nama domain mempunyai beberapa elemen yang berbeda dimana salah satu elemen tersebut adalah TLD atau singkatan dari Top Level Domain.
Apa Itu TLD?
Top Level Domain atau TLD adalah ekstensi dari suatu domain yang merupakan bagian akhir dari nama domain yang terletak setelah tanda titik atau disebut dengan “dot” pada domain.
Nama domain dibagi menjadi tiga level:
- Sub domain, posisinya ada di paling depan sebelum nama domain utama.
- Second Level Domain, letaknya ada di tengah yang merupakan nama domain utamanya.
- Top Level Domain, terletak di bagian akhir domain
Untuk lebih jelasnya, penggambarannya adalah sebagai berikut. Misal contoh nama domain adalah blog.brandabc.com, maka penjelasannya adalah sebagai berikut:
- blog sebagai sub domainnya
- brandabc sebagai mid/second level domainnya
- .com sebagai top level domainnya
Semua level domain dipisahkan oleh tanda titik atau “dot”. Contoh di atas menggunakan tld .com yang artinya top level domain digunakan untuk kebutuhan komersial.
Susunan ini diatur dan dibuat oleh organisasi yang bernama ICANN. ICANN merupakan kepanjangan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers.
Jenis Jenis Domain
Domain memiliki beberapa jenis. ICANN mengelompokkan jenis domain TLD menjadi empat kategori, yaitu gTLD, ccTLD, sTLD dan ARPA. Berikut jenis jenis domain dalam website dan penjelasannya dari Cekidot, Let’s check it out!
1. Generic Top Level Domain (gTLD)
gTLD adalah domain yang paling populer atau banyak digunakan pada sebuah website.
Contoh Domain gTLD
Contoh umum nama domain yang digunakan pada jenis gTLD ini adalah:
- .com: adalah jenis domain dari website yang bersifat komersial
- .net: adalah jenis top level domain yang digunakan untuk network atau jaringan
- .org: adalah jenis domain dari website organisasi
- .xyz: merupakan top level domain yang umum dan mudah diingat
- .name: biasanya digunakan untuk individual
- .biz: digunakan untuk website bisnis
- .info: digunakan sebagai platform dan media informasi
Baca juga: Kenali 7 Fungsi Website yang Penting dan Contohnya, Wajib Tahu!
2. Country Code Top Level Domain (ccTLD)
ccTLD atau Country Code Top Level Domain adalah jenis domain yang mewakili negara atau wilayah tertentu. Ekstensi domain ini mencantumkan kode ISO dari suatu lokasi atau wilayah pada sebuah domain.
Biasanya kode ISO ini terdiri dari dua huruf yang menandakan kode dari suatu negara atau wilayah.
Contoh Domain ccTLD
Berikut merupakan contoh domain ccTLD dan jenis jenis domain negara:
- .id: digunakan di negara Indonesia
- .us: domain untuk negara Amerika
- .de: adalah top-level domain kode negara internet untuk Jerman.
- .au: adalah top level domain untuk negara Australia
- .cn: digunakan untuk negara China
- .eu: digunakan oleh negara Uni Eropa
- .in: digunakan di negara India
Seperti yang dilihat pada contoh di atas, ekstensi hanya terdiri dari dua huruf saja. Kedua huruf ini sebagai ISO Code yang digunakan untuk mewakili suatu negara atau wilayah.
Kode domain negara sangat cocok digunakan pada website kamu untuk menargetkan audience pada wilayah tertentu. Untuk domain negara Indonesia yang biasa digunakan pada umumnya adalah .id.
3. Sponsored Top Level Domain (sTLD)
sTLD adalah jenis domain yang digunakan oleh organisasi secara private. Kenapa disebut private? Karena pemilik website yang ingin menggunakan dan mendaftar situsnya dengan domain ini harus mengikuti aturan dan syarat tertentu.
Contoh Domain sTLD
Di bawah ini beberapa contoh domain sTLD:
- .gov: adalah domain top level yang menunjukkan domain pemerintahan
- .edu: adalah nama domain yang digunakan untuk pendidikan
- .int: digunakan untuk tujuan yang berhubungan dengan organisasi perjanjian internasional
- .mil: digunakan untuk militer
- .mobi: digunakan untuk website yang menawarkan produk dan jasa mobile
- .jobs: digunakan oleh perusahaan atau organisasi hukum sebagai lowongan kerja
- .travel: digunakan oleh perusahan di bidang jasa travel
- .tel: digunakan oleh penyedia layanan komunikasi internet
- .post: merupakan domain website yang digunakan oleh jasa ekspedisi dan pengiriman
- .asia: digunakan oleh website yang berada di wilayah Asia-Pasifik
4. Infrastructure Top Level Domain (ARPA)
Infrastructure Top Level Domain atau disebut juga dengan ARPA adalah domain yang hanya digunakan untuk mengelola isu teknis infrastruktur oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority).
ARPA merupakan singkatan dari Address and Routing Parameter Area. Jenis ini merupakan satu-satunya infrastruktur top level domain yang ada. Domain ini disediakan oleh IANA untuk Internet Engineering Task Force (IETF).
Contoh domain yang dimiliki ARPA hanya ada satu ekstensi domain, yaitu .arpa.
Baca juga: Unsur Unsur Website yang Penting Untuk Bisnis Online Kamu
Daftar contoh-contoh top level domain lainnya selain yang telah disebutkan di atas, kamu dapat mengetahuinya secara lengkap pada situs web IANA.
Fungsi Top Level Domain (TLD)
Apa sih fungsi dan tujuan dari top level domain? Top Level Domain mengelompokkan domain berdasarkan apa yang berhubungan dengan situs tersebut. Fungsi dan tujuannya adalah untuk dapat mengidentifikasi tujuan, pemilik maupun lokasi geografis dari suatu situs dengan mudah tanpa harus melihat konten web terlebih dahulu.
Contohnya adalah .edu merupakan top level domain yang menandakan situs yang bersifat pendidikan. Contoh lainnya adalah .com adalah jenis domain dari website yang bersifat komersial.
Hal lain yang perlu diperhatikkan pada penggunakan Top Level Domain adalah, pemilik website bisa menggunakan nama domain yang sama pada top level domain yang berbeda. Contohnya adalah “brandabc.com” dan “brandabc.edu“.
Nantinya harus ditentukan salah satunya sebagai domain utama dan yang lainnya dapat dilakukan redirect ke domain utamanya.
Alasan lainnya banyak orang menggunakan domain TLD adalah agar lebih mudah diingat dan dikenal. Dengan menggunakan tld yang mudah diingat akan memudahkan orang lain saat ingin mengunjungi website kembali, sehingga dapat meningkatkan traffic website.



