Website merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan dunia digital khususnya internet hingga banyak sekali yang memberikan berbagai pengertian website menurut para ahli dengan sudut pandang yang berbeda.
Tetapi tahukah kamu pertama kali website dirancang untuk tukar menukar informasi kepada sesama peneliti di tempat kerjanya pada tahun 1991.
Website memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangannya hingga saat ini. Sampai para ahli pun memberikan pengertian website yang berbeda-beda.
Baca juga: Kenali Apa itu Website, Pengertian, Jenis dan Contohnya
Lalu, bagaimana sejarah website sampai mempunyai banyak manfaat hingga saat ini? Apa definisi website menurut para ahli? Berikut diulas pada artikel ini.
Pengertian Website Menurut Para Ahli
Berikut beberapa pengertian website menurut para ahli:
1. Gregorius, 2000
Pengertian website menurut para ahli seperti Gregorius adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan seluruh file saling terkait. Web terdiri dari page atau halaman dan kumpulan halaman yang dinamakan homepage.
Homepage berada pada posisi teratas dengan halaman-halaman terkait berada di bawahnya. Biasanya, setiap halaman di bawah homepage (child page) berisi hyperlink ke halaman lain dalam web.
2. Hakim Lukmanul, 2004
Pengertian website menurut ahli Hakim Lukmanul adalah fasilitas internet yang menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh.
Dokumen pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hypertext), baik antara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server di seluruh dunia.
Halaman dapat diakses dan dibaca melalui browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan lainnya.
3. Scholechul Azis, 2013
Pengertian web menurut ahli Scholechul Azis adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet.
Website merupakan komponen atau kumpulan komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara, dan animasi sehingga menarik untuk dikunjungi.
Baca juga: Kenali Apa itu Domain, Pengertian, Fungsi dan Contohnya
4. Hidayat, 2010
Pengertian web menurut Hidayat adalah kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar, animasi suara atau gabungan dari semuanya baik yang bersifat statis dan dinamis yang membentuk satu rangakain saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan terkait.
5. Bekti, 2015
Website adalah kumpulan beberapa halaman yang dipakai untuk menampilkan informasi berupa teks, gambar, animasi, suara dan atau bahakan penggabungan dari semuanya.
6. Abdullah, 2015
Website merupakan kumpulan-kumpulan halaman yang terdiri beberapa laman yang didalamnya terdapat informasi digital dalam bentuk gambar, teks, audio, musik dan nimasi lainnya yang disediakan melalui jalur atau koneksi internet.
7. Yeni Susilowati, 2019
Website adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait antar satu halaman dan halaman yang lainnya, yang biasanya ditempatkan pada sebuat server web yang dapat di akses melalui jaringan internet maupun jaringan wilayah lokal (LAN).
Sejarah Website
Website pertama kali muncul di dunia pada tahun 1991 oleh seorang ahli komputer berkebangsaan Inggris yaitu Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Ketika merancang website, Tim bermaksud untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja.
Tim Berners-Lee menuliskan tentang tiga teknologi dasar website yaitu:
- HTML (Hyper Text Markup Language) yang merupakan bahasa markup atau format untuk halaman web.
- URI (Uniform Resource Identifier) merupakan sebuah alamat unik untuk membuka halaman situs. URI ini berfungsi untuk mengidentifikasi sumber daya yang ada pada web. URI saat ini sering di sebut dengan URL (Uniform Resource Locator)
- HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) yang memungkinkan seseorang untuk mengambil kembali sumber daya yang terkoneksi dengan semua situs web.
Akhirnya pada tanggal 30 April 1993, CERN (laboratorium tempat Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik, sampai akhirnya website bisa diakses dan dinikmati oleh publik hingga saat ini.
Baca juga: Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol, Kamu Wajib Tau!
Perkembangan website pun begitu sangat pesat, dimulai dari generasi pertama yaitu Web 1.0 hingga saat ini di tahun 2022 sudah sampai pada teknologi Web 4.0, berikut perkembangannya.
Web 1.0
Web 1.0 merupakan generasi pertama dari layanan internet berbasis web. Pengguna hanya bisa membaca dan mencari, serta melihat-lihat informasi yang ada dalam sebuah web tanpa bisa melakukan interaksi lainnya.
Bisa dikatakan pada saat itu, tipe Web 1.0 hanya menggunakan komunikasi 1 arah. Sehingga pada saat itu web tipe ini seolah-olah berperan sebagai papan pengumuman yang dihadirkan secara digital.
Web 2.0
Web 2.0 merupakan generasi lanjutan dari web 1.0 yang dikenal dengan istilah web sosial. Web 2.0 mengacu pada situs web yang menekankan konten yang dibuat pengguna, kemudahan penggunaan, budaya partisipatif dan interoperabilitas (kompatibel dengan produk, sistem dan perangkat) untuk end user.
Web 2.0 pertama kali diciptakan oleh Darcy DiNucci pada tahun 1999 yang kemudian dipopulerkan oleh Tim O’Reilly dan Dale Dougherty pada Konferensi O’Reilly Media Web 2.0 pertama pada akhir 2004.
Tidak seperti web 1.0 yang bersifat statis atau komunikasi satu arah, web 2.0 memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berkolaborasi satu sama lain melalui dialog media sosial sebagai pembuat konten buatan pengguna dalam komunitas virtual.
Web 3.0
Merupakan generasi ketiga dari layanan internet berbasis web, web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001 ketika tim menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman web.
Web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan kapasitas yang luar biasa besar.
Jika berbicara tentang web 3.0, maka erat hubungannya dengan konsep web semantik. Dimana web dapat dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tetapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 ini sebagai web semantik itu sendiri.
Web 4.0
Web 4.0 dapat digunakan untuk membantu kita dalam pencarian informasi, penyimpanan history pencarian, ataupun mempertemukan orang-orang yang mencari informasi serupa. Web 4.0 sendiri merupakan private secretary dalam bentuk organisme buatan.
Baca juga: 5 Digital Marketing Tools Gratis dan Powerful dari Google
Sebuah alat dimana aplikasi merekam rutinitas yang kita lakukan yang seluruh rutinitas tersebut bisa diketahui oleh aplikasi komputer, program, tools ataupun device yang kita miliki yang dijalankan secara online.
Selain itu, Web 4.0 juga dikenal dengan istilah revolusi industri, yang artinya gelombang keempat dari perjalanan dan perkembangan revolusi industri dan web.
Secara sederhana, Web 4.0 dapat dipahami sebagai perkembangan teknologi website yang mengarah pada otomasi dan pertukaran data terkini secara mudah dan cepat yang mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan juga komputasi kognitif.


