Bagi sebuah bisnis, barang atau layanan yang ditawarkan memerlukan tahap pengenalan dan penyebaran kepada calon konsumennya ke berbagai saluran promosi yang disebut juga dengan channel marketing.
Hal ini dapat kita sebut sebagai proses distribusi, di mana distribusi tidak dapat dilakukan dengan mulus tanpa adanya penyaluran tepat. Penyaluran pemasaran atau marketing channel dapat menjadi tonggak perluasan barang atau jasa dari penyedia kepada konsumennya.
Baca juga: Kenali Istilah Digital Marketing yang Populer Digunakan Berikut Ini!
Lalu, apa sebenarnya marketing channel dan seperti apa contohnya? Simak uraian yang sudah dikupas tuntas oleh Impactly di bawah ini.
Apa Itu Marketing Channel?
Marketing channel adalah saluran pemasaran yang berperan pada distribusi produk dari awal dibuat (dari tangan produsen) hingga akhir (di tangan konsumen). Simplenya, jasa atau barang yang kamu produksi bisa tersebar ke berbagai macam tempat maupun melalui pihak-pihak lain yang akan membantu menjual produk atau jasa tersebut.
Mengapa marketing channel itu penting? Kebutuhan pemasaran menjadi penting karena akan menentukan apakah produk atau layanan yang ditawarkan akan tepat pada pasar yang ditargetkan.
Sebuah bisnis dapat lebih dikenal oleh masyarakat berkat adanya marketing channel, ditambah lagi jika saluran distribusi yang digunakan memiliki beragam jenis saluran.
Contoh Marketing Channel
Apa saja saluran atau channel dalam digital marketing? Agar kamu bisa lebih memahami dengan praktis, berikut beberapa contoh marketing channel yang dapat diaplikasikan juga pada bisnis kamu.
1. SEO (Search Engine Optimization)
SEO atau Search Engine Optimization merupakan salah satu marketing channel yang sangat populer bagi para marketer. Channel ini cukup istimewa karena mampu meningkatkan visibilitas website kamu supaya mudah ditemukan di Google ketika seseorang mencari sesuatu di search engine tanpa perlu beriklan.
Saat ini, banyak bisnis yang sudah mulai terjun ke dunia digital untuk memasarkan produk dan bersaing dengan kompetitor. Maka tidak heran kalau SEO menjadi satu-satunya marketing channel yang memiliki jangkauan paling tinggi.
Baca juga: Apa Perbedaan SEO dan SEM? Begini Penjelasannya Lengkapnya!
2. SEM (Search Engine Marketing)
Contoh marketing channel selanjutnya yaitu SEM atau Search Engine Marketing, channel ini memiliki cara kerja yang mengandalkan pencarian pada Google untuk mengumpulkan para pembeli potensial terhadap suatu produk.
Pihak penyedia akan menyediakan kumpulan tipe pembeli potensial dengan cara berbayar. Dengan kata lain, SEM membuka kesempatan pada pihak pemilik bisnis untuk bidding kata kunci tertentu agar bisa mengarahkannya pada iklan yang telah dibuat bisnis tersebut.
3. Google Ads
Google Ads mungkin sudah cukup sering kamu dengar, yakni sebuah sebuah platform dari Google yang memberi layanan iklan berbayar untuk pemilik bisnis yang hendak mengiklankan produk atau layanannya.
Google Ads memungkinkan kamu membuat iklan untuk menjangkau audiens yang memiliki ketertarikan dengan produk atau layanan kamu melalui semua channel Google.
4. Website
Hal berikutnya yang cukup mendasar dan penting dimiliki sebuah bisnis adalah website. Jika kamu menginginkan jangkauan audiens yang lebih luas, kamu perlu mempersiapkan website sebagai gerbang utama audiens baru mengetahui produk atau layanan kamu.
Untuk bisa mempertahankan performa website yang baik pun, kamu perlu mempromosikan menggunakan SEO, Google Ads, maupun media sosial. Hal ini dibutuhkan agar website kamu bisa menarik banyak pengunjung dan membuat mereka bertransaksi melalui website.
5. Blog
Walau terdengar klise, blog ternyata bisa memperluas audiens kamu dan memungkinkan terjadi penjualan lho! Hal ini karena blog yang berisi konten menarik dan edukasi yang sesuai kebutuhan konsumen, dapat meningkatkan kepercayaan calon konsumen kamu juga terhadap produk atau layanan yang kamu beli.
6. Media Sosial
Saat ini berbagai jenis media sosial kian populer di masyarakat, sehingga tidak ada salahnya untuk bisnis kamu coba memaksimalkan marketing channel melalui media sosial.
Salah satu contohnya adalah Instagram dan Tiktok, dua media sosial ini memiliki audiens yang luas dan hampir semua usia dan kalangan menggunakannya.
Namun, pastikan kamu mempersiapkan strategi untuk melakukan pemasaran pada media sosial ya!
Baca juga: 5 Digital Marketing Tools Gratis dan Powerful dari Google
7. Affiliate
Marketing channel selanjutnya adalah salah satu yang cukup unik, yaitu Affiliate marketing. Di mana affiliate marketing ini merupakan cara dari pelaku bisnis yang memberi kompensasi pada pihak ketiga yang dapat menghasilkan traffic atau pembelian produk.
Biasanya yang menjadi pelaku affiliate marketing ini disebut affiliator yang sudah memiliki audiens cukup banyak.
8. KOL (Key Opinion Leader)
KOL atau Key Opinion Leader, seperti namanya berarti seseorang yang memiliki pengaruh dan memiliki keahlian di bidang tertentu. Jika bisnis kamu membutuhkan opini atau review dari seorang ahli, kamu bisa merogoh kocek untuk bekerja sama dengan seorang KOL agar bisnis kamu dapat lebih dikenal dan memiliki target pasar yang sesuai.
9. Influencer Marketing
Tidak jauh berbeda dengan KOL, influencer juga memiliki pengaruh untuk followers nya. Namun untuk menjadi influencer tidak perlu memiliki keahlian tertentu, biasanya cukup dengan kemampuan menggiring opini dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain.
Saat ini di berbagai platform media sosial sudah memiliki influencer yang masing-masing yang kuat, kamu tinggal melakukan riset agar bisa menyesuaikan dengan promosi dan target pasar kamu.
10. Email Marketing
Email marketing sesuai namanya adalah marketing channel yang menggunakan cara pengiriman pesan iklan kepada para target audiens untuk mempromosikan produk, layanan atau bisnis.
Kamu dapat mengirimkan pesan penawaran yang menarik dan singkat agar dapat lebih dipahami penerima dengan cepat.
11. Display Advertising
Jika kamu pernah melihat sebuah iklan dengan gambar pada artikel atau halaman website yang kamu buka, itu adalah contoh display advertising. Gambar tersebut menunjukkan iklan secara singkat atau bahkan terkadang dalam bentuk video/audio.
Cara ini dapat efektif jika iklan yang ditampilkan sesuai dengan website/artikel yang sedang dikunjungi audiens.
Baca juga: 11 Contoh Strategi Promosi Produk untuk Dongkrak Penjualan
12. Social Media Ads
Penggunaan media sosial tidak hanya untuk menjangkau audiens lebih luas dengan followers, namun juga dengan memanfaatkan fitur iklan yang ada di dalamnya.
Contohnya, jika bisnis kamu sudah aktif di Instagram, kamu bisa menggunakan Instagram Ads agar bisa menjangkau audiens lebih luas dan sesuai sasaran.
13. Sales Promotion
Marketing channel yang paling sering dimanfaatkan oleh banyak bisnis adalah sales promotion. Hal paling mendasar berupa kegiatan promosi langsung, peragaan penjualan, pemberian sampel, sampai kupon adalah bentuk dari sales promotion.
14. Reseller
Salah satu marketing channel yang mungkin terlewat oleh pemilik bisnis adalah reseller. Selain menjual kembali barang dari produsen atau penyedia layanan, reseller dapat memaksimalkan citra brand karena mereka adalah penerus dari produsen kepada konsumen yang lebih sesuai target.



