Ketika suatu bisnis hendak memasarkan produk atau layanannya, harus dipastikan bisnis tersebut memiliki banyak cara dalam melakukan strategi promosi produk agar berujung pada keuntungan penjualan yang maksimal.
Cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan strategi promosi secara tepat. Lantas, apa yang dimaksud strategi promosi dan seperti apa contohnya? Temukan jawabannya pada uraian yang sudah Impactly rangkum di bawah ini ya!
Apa Itu Strategi Promosi?
Strategi promosi adalah rencana penjualan yang digunakan suatu brand untuk memperkenalkan, memasarkan, dan mempromosikan produk/layanan mereka kepada calon konsumen melalui banyak cara dengan berbagai pilihan marketing channel.
Strategi promosi yang tepat dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepercayaan konsumen sehingga meningkatkan penjualan atau keberhasilan bisnis. Impaclty sudah merangkum beberapa strategi promosi yang efektif agar dapat kamu terapkan pada bisnis kamu.
Baca juga: 14 Contoh Pilihan Marketing Channel untuk Kembangkan Bisnis
Beberapa kategori yang termasuk ke dalam strategi promosi adalah termasuk iklan, penjualan langsung, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran konten, penempatan produk, hingga menjaga hubungan dengan pelanggan.
11 Strategi Promosi Paling Efektif untuk Penjualan
Apa saja contoh strategi promosi? Simak beberapa cara di bawah ini dan terapkan pada bisnis kamu untuk promosi yang efektif!
1. Tentukan Target Market dan Audiens
Strategi promosi pertama yang wajib kamu lakukan adalah menentukan target konsumen dan audiens yang akan menjadi sasaran promosi. Sesuaikan segmen berdasarkan karakteristik demografis dan perilaku konsumen.
Apakah kamu ingin menjual ke kalangan menengah atas atau kalangan menengah bawah itu juga perlu strategi yang berbeda dalam berjualan. Hal ini dibutuhkan agar brand kamu bisa mengembangkan pesan yang efektif dalam melakukan promosi.
2. Tentukan Tujuan Promosi Secara Spesifik
Contoh strategi promosi selanjutnya adalah dengan menentukan tujuan promosi kamu yang spesifik dan terukur. Contohnya, saat kamu menginginkan adanya peningkatan penjualan sebesar 15% setelah melakukan promosi pada periode waktu tertentu. Jika tujuanmu spesifik, maka promosi yang dilakukan dapat lebih terarah dan mudah dievaluasi.
3. Tentukan Anggaran Promosi
Promosi yang baik juga harus disesuaikan dengan amunisi yang kamu punya, yaitu anggaran. Dampak yang besar juga membutuhkan anggaran yang besar. Maka, untuk bisa mendapat tujuan yang sesuai, kamu harus membuat strategi yang tepat untuk bisa membuat anggaran yang cukup.
Untuk hal ini, jika kamu membutuhkan bantuan profesional, kamu bisa menghubungi tim Impactly terlebih dahulu untuk konsultasi.
4. Gunakan Strategi Organic Marketing
Disebut organik karena cara yang digunakan fokus pada pembuatan konten yang menarik dan bernilai, tanpa mengeluarkan biaya iklan sedikitpun. Hal ini dilakukan agar dapat memperoleh ketertarikan audiens secara alami melalui informasi dan konten relevan yang dibuat saat promosi. Salah satu contoh strategi pada organic marketing adalah SEO.
Menggunakan strategi organic marketing akan membuat kamu mengeluarkan cost yang lebih sedikit tetapi butuh effort yang lebih. Hal ini karena dilakukan konsistensi dalam pembuatan konten dan sangat bergantung dengan algoritma pada masing-masing platform iklan.
5. Gunakan Strategi Paid Marketing
Selain cara alami dengan organic marketing, terdapat jalan pintas yang mungkin dapat memperluas jangkauan audiens lebih cepat. Cara ini dengan paid marketing, di mana kamu perlu menyediakan anggaran untuk beriklan kepada konsumen yang sesuai minat, tujuan serta interaksi mereka dengan bisnis kamu.
Kamu bisa menggunakan platform promosi seperti Google Ads untuk beriklan di channel seperti Google Search (paid), website publisher, dan lainnya. Kamu juga dapat menggunakan Meta Ads untuk beriklan di channel Facebook dan Instagram.
Baca juga: Apa Perbedaan SEO dan SEM? Begini Penjelasannya Lengkapnya!
6. Gunakan Media Sosial
Pada era berbisnis saat ini, sosial media menjadi salah satu platform menjanjikan untuk membangun citra bisnis. Kamu dapat memaksimalkan konten yang menarik di media sosial dan mengundang interaksi dengan konsumen. Kunci dari menggunakan sosial media dalam promosi adalah konsisten.
7. Membuat Content Marketing
Mengedukasi calon konsumen dan berjualan secara soft selling juga bisa menjadi cara untuk promosi lho! Caranya dengan membuat content marketing, di mana kamu menarik perhatian konsumen dengan menulis artikel, blog, atau membuat video dan cara kreatif lainnya.
Cukup berikan garis besar mengenai bisnis kamu dan biarkan konsumen mencari tahu lebih lanjut sendiri.
8. Promosi Langsung (Direct Marketing)
Dalam beberapa momen, dibutuhkan strategi promosi langsung saat penjual dan pembeli bertatap muka atau sedang berinteraksi. Hal ini tidak hanya dilakukan untuk konsumen baru, namun bisa juga dilakukan pada seseorang yang sudah pernah menjadi konsumen sebelumnya.
Cara ini efektif apabila target konsumen sudah memahami bisnis dan manfaat produk/layanan kamu.
9. Kerja sama dengan Influencer
Tidak dapat dipungkiri, bisnis kamu pasti memiliki kemampuan meraih audiens yang terbatas. Maka, cara ini sudah banyak dilakukan oleh berbagai bisnis yaitu bekerjasama dengan influencer. Kamu dapat menanyakan rate card dari influencer yang cocok dengan brand kamu, lalu lakukan kerja sama yang dapat mempromosikan produk/layanan kamu.
10. Berikan Promo Cashback
Cara cepat untuk menarik minat konsumen adalah memberikan promo cashback. Cashback merupakan hadiah yang dapat berupa potongan persentase dari total harga dan diberikan kepada konsumen saat membeli produk.
Jumlahnya yang ditawarkan dapat bervariasi sesuai dengan anggaran bisnis kamu. Pastikan juga perhitunganmu tepat agar tetap mendapatkan laba dengan cara ini.
11. Berikan Promo Potongan Harga
Cara berikutnya selain cashback adalah potongan harga langsung saat konsumen hendak membeli produk/layanan kamu. Dengan potongan harga, tidak menutup kemungkinan konsumen akan membeli lebih dari satu produk saat checkout.
Jika kamu sudah terbiasa menggunakan promo potongan harga, kedepannya kamu akan lebih kreatif dalam mengaplikasikannya di bisnis kamu.



