Pernahkah mendengar istilah “sebagus apapun produk atau layanan, akan percuma jika tidak ada yang mengenalnya”? Ya, Promosi adalah cara pemasaran untuk memperkenalkan suatu produk atau jasa kepada calon customer.
Tidak lengkap rasanya jika mempunyai produk atau jasa yang bagus tanpa dibarengi dengan promosi yang baik. Dengan melakukan promosi, produk atau jasa kamu akan bisa dijual secara maksimal dengan target pasar yang lebih luas.
Ada banyak jenis strategi promosi yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Kali ini kita akan membahas pengertian promosi dan jenis-jenisnya.
Apa yang dimaksud dengan promosi dan apa saja jenis-jenisnya? Yuk simak selengkapnya di bawah ini dan catat hal-hal yang bisa menjadi referensi untuk bisnis kamu ya!
Pengertian Promosi
Promosi adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dalam memperkenalkan dan menawarkan produk atau jasa suatu brand kepada calon konsumen melalui marketing dan sales supaya bisa memaksimalkan penjualan suatu bisnis dengan target pasar yang lebih luas.
Singkatnya, promosi adalah kegiatan kreatif untuk menginformasikan suatu bisnis. Biasanya, bahasa yang digunakan dalam promosi menggunakan cara persuasif dengan membujuk calon konsumen agar tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa.
Baca juga: 8 Tujuan Promosi Produk Sebagai Strategi Memulai Bisnis
Sebagai contoh, penjualan gadget handphone yang ditayangkan di iklan TV dan juga melalui sosial media. Dimana di keduanya dilihat oleh banyak orang yang bisa tertarik untuk melakukan pembelian sebuah gadget handphone.
Jenis-jenis Promosi
Berdasarkan cara distribusinya, terdapat banyak jenis promosi yang seringkali kita jumpai juga di kehidupan sehari-hari. Jenis jenis promosi apa saja? Simak beberapa contohnya agar bisa menjadi referensi bisnis kamu juga ya!
1. Promosi Melalui Sales (Sales Promotion)
Promosi melalui sales adalah jenis promosi secara langsung oleh Sales secara offline. Biasanya sales akan melakukan promosi secara door-to-door atau melalui booth yang diselenggarakan pada suatu acara dalam waktu tertentu.
Promosi melalui sales dapat menyediakan flash sale, hadiah gratis, kupon, dan sebagainya dengan menyebarkan flyer, pamflet, atau company profile untuk dapat mendongkrak angka penjualan dalam waktu yang singkat.
2. Beriklan di Internet (Digital Marketing)
Tidak hanya dengan menyebarkan pamflet atau membuat banner di lokasi-lokasi strategis, di era serba digital seperti sekarang promosi juga bisa dibantu dengan beriklan di internet sebagai jenis promosi yang dapat diukur oleh data dengan lebih akurat.
Kegiatan ini dapat dilakukan di Google dengan menggunakan situs web. Kamu bisa melakukannya dengan membuat konten informatif dan unik agar menarik perhatian calon konsumen.
Baca juga: Apa Itu SEO? Berikut Pengertian, Tujuan dan Cara Kerjanya
3. Beriklan di Media Digital
Jika bisnis kamu membutuhkan jangkauan yang lebih luas, kamu bisa mencoba untuk beriklan di media digital yang tidak hanya berupa media sosial, namun juga berita informatif. Media berupa blog juga dapat kamu maksimalkan
Melalui media digital, selain memberi edukasi kepada calon konsumen kamu juga bisa menggiring mereka untuk menggunakan produk/layanan kamu. Kamu juga dapat melakukan interaksi secara langsung dengan calon customer melalui platform digital untuk berjualan dan berkonsultasi terlebih dahulu.
4. Beriklan di Media Fisik
Saat ini iklan fisik masih menjadi alternatif untuk berjualan karena paling banyak ditemukan di berbagai sudut daerah. Selain lebih mudah menjangkau target konsumen, cara ini juga cukup efektif untuk memperkenalkan bisnis kamu.
Contoh iklan fisik yang sering ditemui adalah baliho, brosur, sampai iklan di layar besar.
5. Promosi Mulut ke Mulut (Word of Mouth)
Apakah kamu percaya ada promosi yang dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun? Istilah disebut dengan word of mouth. Hal ini biasanya dapat diperoleh dari konsumen yang sudah menggunakan produk/layanan kamu sebelumnya dan memberikan ulasan atau merekomendasikannya kepada calon konsumen lain.
Namun perlu diketahui, untuk dapat terjadinya word of mouth kamu perlu meningkatkan kualitas produk dan jasa hingga layanan after salesnya, hal ini agar customer merasa puas dan merekomendasikan ke teman-temannya karena ingin merasakan hal yang sama.
6. Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Citra brand yang baik harus dibentuk sejak dini dan dipertahankan. Untuk bisnis yang skalanya cukup besar, cara promosi dengan public relation ini sangat dibutuhkan. Public relation adalah kegiatan pengenalan brand yang bersifat soft-selling.
Baca juga: 11 Contoh Strategi Promosi Produk untuk Dongkrak Penjualan
7. Promosi Melalui Media
Bisnis kamu dapat bekerja sama dengan media terkenal yang sudah memiliki audiens luas dengan beriklan di halaman atau tayangan mereka. Untuk masuk ke tahap ini, mungkin kamu akan membutuhkan kocek yang lebih dibanding cara promosi lainnya.
Namun, dengan cara promosi melalui media tidak menutup kemungkinan kamu akan mendapatkan calon konsumen yang lebih beragam.
8. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Kegiatan pemasaran langsung (direct marketing) dilakukan promosi secara langsung saat marketer menghubungi konsumen yang potensial secara personal. Hal ini dapat ditemukan pada kegiatan penyebaran brosur ataupun email marketing.
9. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
Saat berhadapan langsung dengan konsumen, itulah momen yang tepat untuk bisa mengarahkan konsumen membeli lebih dari yang mereka sudah dapatkan.
Cara penjualan tatap muka ini dapat menambah rasa percaya konsumen terhadap brand kamu dan mempertahankan loyalitasnya.
10. Sponsorship
Jika brand kamu memiliki target pasar tertentu, cara promosi dengan menjadi sponsor bisa menjadi pilihan tepat. Hal ini akan membangun citra brand kamu sekaligus mendapatkan calon konsumen yang sesuai.
Namun, untuk melakukan hal ini kamu perlu melakukan riset dan negosiasi dengan penyelenggara terkait biaya sponsor yang perlu dikeluarkan.
11. Pameran (Booth Marketing)
Meningkatkan awareness terhadap brand juga dapat dilakukan dengan mengikuti pameran. Kamu cukup membuka booth dan memamerkan produk atau layanan bisnis kamu, gunakan desain booth yang menarik dan pendekatan unik.
Dengan melakukan promosi melalui pamera atau booth marketing, gal ini dapat menggaet calon konsumen secara langsung.
12. Display Product
Calon konsumen cenderung lebih tertarik untuk mempelajari dahulu produk/layanan yang akan mereka beli dengan melihatnya secara langsung. Untuk hal ini, display product dapat mempermudah kamu memberikan informasi sekilas tentang brand kamu agar menarik perhatian calon konsumen.
Baca juga: 14 Contoh Pilihan Marketing Channel untuk Kembangkan Bisnis
13. Penawaran Melalui Telepon (Telemarketing)
Cara ampuh berikutnya adalah dengan pendekatan personal jarak jauh dengan telemarketing. Walaupun dalam beberapa kali hal ini kurang meyakinkan, namun masih terdapat peluang calon konsumen justru nyaman dengan pendekatan ini.
Pastikan agen yang menelepon adalah agen yang sudah terlatih dan paham betul dengan bisnis kamu ya!



